"Arsitek Kehidupan"
"Untukmu,
Sang Arsitek Jiwa,
Kami berterima
kasih bukan hanya karena Engkau mengajar kami membaca aksara, tetapi karena
Engkau mengajari kami membaca makna kehidupan. Engkau tak hanya menuntun
tangan kami menulis huruf, tetapi mengukirkan keberanian di hati kami untuk
menulis takdir sendiri. Di Hari Guru ini, kami merayakan blueprint masa depan
yang Engkau rancang dengan kesabaran tanpa batas. Setiap teguran adalah
fondasi, setiap pujian adalah atap harapan. Pengaruhmu adalah warisan abadi
yang tidak lekang oleh waktu maupun kurikulum."
Dan Guru juga seniman
terhebat yang pernah kami kenal. Kanvasmu adalah ruang kelas, dan cat
warnamu adalah ilmu pengetahuan. Dengan lembut, Engkau mengikis ketidaktahuan
dan memahat potensi tersembunyi dalam diri kami. Kami mungkin melupakan rumus
matematika atau tanggal sejarah yang Engkau ajarkan, tetapi kami tidak akan
pernah melupakan perasaan berharga yang Engkau
tanamkan. Engkau membuat kami percaya bahwa setiap dari kami adalah mahakarya
yang layak diselesaikan. Terima kasih atas dedikasi dalam seni menemukan
mutiara di lumpur keraguan."
oleh: SF tjah ndeso

Komentar
Posting Komentar