K umpulan Artikel Edukatif NU Modern MA Nahdlatul Muslimin 1. Mengapa Adab Lebih Utama daripada Ilmu? Dalam tradisi pendidikan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah, ilmu dan adab adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Namun para ulama NU sejak dahulu menegaskan bahwa adab harus didahulukan sebelum ilmu . Pernyataan ini bukan tanpa alasan, melainkan lahir dari pengalaman panjang para ulama dalam mendidik generasi. Ilmu tanpa adab ibarat cahaya tanpa arah. Ia bisa terang, tetapi berpotensi menyilaukan dan membahayakan. Sebaliknya, adab tanpa ilmu memang belum sempurna, tetapi masih memiliki pondasi kemanusiaan yang kuat. Di MA Nahdlatul Muslimin, prinsip ini dijadikan pijakan utama dalam proses pendidikan. Siswa tidak hanya diajarkan memahami pelajaran di kelas, tetapi juga dibiasakan bersikap sopan kepada guru, menghormati teman, dan menjaga lisan serta perilaku. Tradisi sederhana seperti memberi salam, berdoa sebelum belajar, dan menjaga kebersihan lingkungan madrasah ...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Gebyar Class Meeting MA Nahdlatul Muslimin: Menempa Potensi, Meraih Prestasi Gemilang di Kancah Nasional Kegiatan Class Meeting di MA Nahdlatul Muslimin bukan sekadar ajang pelepas penat usai kegiatan Sumatif Akhir Semester Ganjil, melainkan sebuah laboratorium nyata untuk menempa mental juara dan mengasah bakat terpendam para peserta didik. Di bawah naungan semangat sportivitas dan kebersamaan, agenda rutin akhir semester ini secara strategis dirancang sebagai pemanasan dan seleksi awal untuk kompetisi yang lebih tinggi. Setiap cabang lomba yang dipertandingkan—baik itu olahraga, seni, atau cerdas cermat—memiliki tujuan mulia: membangun daya saing, melatih kerja sama tim, dan memupuk rasa percaya diri. Kepala Madrasah menekankan bahwa class meeting adalah wadah di mana bakat dan minat siswa dapat tersalurkan secara optimal, menjadi batu loncatan bagi mereka yang bercita-cita mengharumkan nama madrasah. "Kami tidak hanya menc...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
"Arsitek Kehidupan" "Untukmu, Sang Arsitek Jiwa, Kami berterima kasih bukan hanya karena Engkau mengajar kami membaca aksara, tetapi karena Engkau mengajari kami membaca makna kehidupan. Engkau tak hanya menuntun tangan kami menulis huruf, tetapi mengukirkan keberanian di hati kami untuk menulis takdir sendiri. Di Hari Guru ini, kami merayakan blueprint masa depan yang Engkau rancang dengan kesabaran tanpa batas. Setiap teguran adalah fondasi, setiap pujian adalah atap harapan. Pengaruhmu adalah warisan abadi yang tidak lekang oleh waktu maupun kurikulum." Dan Guru juga seniman terhebat yang pernah kami kenal. Kanvasmu adalah ruang kelas, dan cat warnamu adalah ilmu pengetahuan. Dengan lembut, Engkau mengikis ketidaktahuan dan memahat potensi tersembunyi dalam diri kami. Kami mungkin melupakan rumus matematika atau tanggal sejarah yang Engkau ajarkan, tetapi kami tidak akan pernah melupakan perasaan berharga yang Engkau tanamkan. Engkau membuat kami...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Efektivitas Penerapan Pembelajaran Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Hasil Belaja r Fiqih di MA Nahdlatul Muslimin Undaan, Kudus M Sufyan 1 , Sudarsono 2 , Machrus 3 email: yazza.oefi@gmail.com 1 , masdarsono@gmail.com 2 , cakmachrus@gmail.com 3 MA Nahdlatul Muslimin Undaan, Kudus ABSTRAK Penelitian ini membahas Efektivitas Penerapan Pembelajaran Model Problem Based Learning (PBL) dalam konteks pembelajaran Fiqih di Madrasah Aliyah Nahdlatul Muslimin yang berlokasi di jalan Kudus Purwodadi KM.11 Undaan Kidul, Undaan, Kudus. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana PBL dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Fiqih dan mengoptimalkan pencapaian hasil belajar mereka di lingkungan Madrasah. Metodologi penelitian melibatkan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang efektivitas PBL dalam konteks ini. Hasil penelitian ini dapat memberikan panduan berharga ...